Tokoh-Tokoh Islam dalam Ilmu Pengetahuan
1. Abbas bin Firnas (810 -887M)
Selama ini kita hanya mengenal Wright bersaudara sebagai orang pertama yang menemukan pesawat terbang sekaligus manusia pertama yang berhasil terbang. Padahal sosok pertama kali yang mendesain alat yang memiliki sayap adalah Abbas bin Firnas. Abbas bin Firnas , juga dikenal sebagai Abbas Abu al-Qasim bin Firnas ibn Wirdas al-Takurini adalah seorang polimatik Andalusia. Abbas Ibn Firnas juga merupakan ahli beberapa cabang ilmu, seperti matematika, fisika, astronomi, dan aerodinamika. Pada 875 Masehi, ia menciptakan sebuah pesawat kayu sederhana, kemudian menerbangkannya dengan dia sebagai pengendali atau pilotnya.
Spesialisasi yang Abbas bin Firnas tekuni adalah ilmu mekanik. Berikut adalah beberapa penemuan Abbas bin Firnas:
l Al-Miqatah", merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menentukan waktu yang dioperasikan dengan tenaga air.
l Maket kubah langit.
l Kapal terbang dengan dua sayap yang dapat bergerak, dibuktikan dengan pengujian menerbangkannya dari Masjid Kordoba.
Abu Musa Jabir bin Hayyan atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat,seorang polymath terkemuka; kimiawan, alkimiawan, ahli astronomi dan astrologi, insinyur, ahli bumi, ahli filsafat, ahli fisika, apoteker dan dokter. Jabir Ibn Hayyan adalah seorang ahli kimia yang berasal dari Iran dan Wafat di Irak. Ia berhasil melarutkan emas dan menemukan asam kuat seperti asam sulfat, hidroklorik dan nitrat. Untuk menetralisir “monster” yang ia ciptakan, yaitu asam, ia kemudian memproduksi alkali. Karya-karyanya yang berupa buku adalah Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’een, Kitab Al-Rahmah, dan lain-lain. Jabir bin Hayyan lahir pada sekitar 100 H atau 721 M di Khurasan dan meninggal pada tahun 815. Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir bin Hayyan Al-Shufiy Al-Azadiy. Sumber lain menyebutnya sebagai Abu Abdullah Jabir bin Hayyan. Agaknya dapat dipastikan bahwa keluarga Jabir berasal dari suku Azd dari Arabia Selatan, yang pada masa itu kebangkitan Islam muncul.
3. Ibnu Khaldun (1332-1406M)
Ibnu Khaldun, nama lengkap: Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami (lahir 27 Mei 1332 – meninggal 19 Maret 1406 pada umur 73 tahun) merupakan salah satu ilmuan islam popular di dunia yang berasal dari Tunisia. Dia dikenal sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi, dan ekonomi. Adapun karya-karyanya yang paling dikenal yaitu Muqadimmah. Terlebih, dia sudah hafal Al-Quran sejak dini. Pemikiran-pemikiran Ibnu Khaldun tentang teori ekonomi yang logis dan realistis sudah ada lebih dulu, sebelum Adam Smith dan David Ricardo mengemukaakan teori-teori ekonominya. Ketika usia remaja, tulisan-tulisan Ibnu Khaldun dengan studi dan pengamatan yang sangat mendalam, sudah menyebar ke mana-mana.
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī (bahasa Arab: محمد بن موسى الخوارزمي) adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematik, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani. Baghdad. Al Khawarizmi dikenal juga sebagai matematikawan yang menemukan Aljabar dan juga merupakan bapak dari Algoritma. Kata "aljabar" berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam bukunya. Kata algorisme dan algoritma diambil dari kata algorismi, Latinisasi dari namanya. Namanya juga di serap dalam bahasa Spanyol, guarismo, dan dalam bahasa Portugis, algarismo bermakna digit.
5. Ahmad Ibn Tulun (835-884M)
Ahmad bin Thulun (Bahasa Arab: أحمد بن طولون; lahir di Baghdad, September 835 - meninggal di Mesir, Maret 884 pada umur 53 tahun) adalah pendiri Dinasti Thuluniyah yang memerintah Mesir secara singkat dari tahun 868 dan 905 M. Awalnya ia dikirim oleh khalifah Abbasiyah sebagai gubernur untuk Mesir, Ibnu Thulun malah menjadikan dirinya sebagai penguasa yang terpisah dari Kekhalifahan Abbasiyah. Ia adalah orang pertama yang mencetuskan perawatan medis modern berupa rumah sakit Al-Fustat di Kairo, Mesir. Tulun yang saat itu menjabat sebagai gubernur menyediakan layanan kesehatan yang gratis untuk semua orang membutuhkannya.Rumah sakit yang dibangun pada abad ke-9 tersebut sudah memiliki manajemen perawatan yang modern, rinci, dan maju. Al-Fustat juga menyediakan perawatan untuk pasien gangguan jiwa.
6. Ibnu Sina (980-1037M)
Ibnu Sinabernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (980-1037) dikenal juga sebagai "Avicenna" di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penulis yang produktif yang sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan kedokteran. Bagi banyak orang, dia adalah "Bapak Kedokteran Modern". Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. Ibnu Sina lahir pada tahun 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah. Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 M di kota Hamdan, Iran. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia. Hampir sebelas abad sudah Ibnu Sina meninggalkan kita, tapi ilmu dan karyanya sampai sekarang masih berguna.
Umat islam yang sekarang tentunya kalah jauh dengan umat beragama yang lain di berbagai bidang politik, teknologi, ekonomi dan lain-lain. Mengapa kita umat islam selalu tertinggal jauh dengan umat non islam, mengapa hal itu bisa terjadi? Menurut saya karena umat islam pada zaman sekarang tidak teguh memegang syariat-syariatnya, dan juga selalu meninggalkan ajaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Sebaliknya non-Islam maju karena mereka mengambil ilmu-ilmu Islam yang ada dalam AL-Qur’an. Dan kita yang umat islam seharusnya malu karena telah meninggalkan ajaran Al-Qur’an.
Solusinya adalah kita harus memperdalam ilmu tentang islam. Sebenarnya, jika seorang muslim mempelajari Al-Qur'an dan Al-hadits walaupun hanya sedikit, mereka akan memiliki wawasan yang luas yang dapat di kembangkan perlahan bahkan bisa menjadi lebih pintar. Karena al-qur'an telah menjelaskan semuanya, Didalam Al-Qur'an terdapat ilmu yang banyak sekali jika kita mau memahami dan mempelajarinya.
Saya Reza Abdoel Raoef sebagai umat muslim sangat yakin bahwa agama islam kelak akan berjaya kembali, karena kejayaan islam telah mengalami beberapa kali kemunduran dan kemajuan selama ber-abad abad. Jika beberapa abad lalu islam telah mengalami kemunduran, pasti diabad ini atau yang akan datang islam akan berjaya kembali. Roda akan terus berputar begitu juga dengan dunia ini,apa pun bisa terjadi di dunia ini dan siklus bisa saja terjadi
Nama: Reza Abdoel Raoef
Kelas : X IPS 1






Komentar
Posting Komentar